5 Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI 2024

BRI merupakan salah satu Bank milik BUMN yang paling banyak banyak diburu oleh masyarakat Indonesia. Apalagi bagi masyarakat golongan menengah kebawah, pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama Bank yang satu ini karena menawarkan pinjaman mulai dari 1 juta hingga ratusan juta yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan nasabah.

Selain itu, bunga yang dibebankan juga terbilang lebih kecil dibandingkan dengan Bank lainnya sehingga tidak heran jika banyak masyarakat yang memilih meminjam pada Bank BRI. Bank BRI juga memberikan tenor yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan nasabah sehingga bisa meringankan angsurannya karena semakin banyak tenor yang dipilih maka akan semakin kecil angsuran yang harus dibayarkan.

Sejak beberapa tahun terakhir, BRI menerapkan skema rekalkulasi bunga bagi nasabah yang ingin melakukan pelunasan pinjaman lebih awal dari waktu angsuran pada awal perjanjian. Dengan adanya rekalkulasi ini akan berdampak pada membengkaknya jumlah uang yang harus dibayarkan kepada Bank BRI.

Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan Bank BRI sudah menggunakan skema suku bunga efektif saat nasabah melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo bukan bunga flat murni seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan para nasabah. Sama mudahnya dengan KREDIT BANGUN RUMAH BRI yang juga membutuhkan beberapa proses mudah.

Selain itu dari pihak BRI juga tidak transparan dengan mekanisme rekalkulasi bunga dan hampir semua marketing BRI juga tidak memberi pemahaman kepada nasabah tentang aturan pelunasan kredit yang dipercepat ini.

Hal ini tentu saja membuat nasabah yang mengajukan pelunasan kredit untuk dipercepat akan kaget dengan jumlah dana yang harus dibayar ketika melunasi pinjaman tersebut. Apabila nasabah menayakan dari mana hasil perhitungan tersebut, biasanya pihak BRI akan menjawab dengan jawaban yang sama bahwa perhitungan tersebut adalah dari sistem yang pastinya banyak nasabah yang bingung dengan cara perhitungan tersebut.

Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI

Bank BRIMengacu pada ketentuan Bank Indonesia bahwa skema rekalkulasi bunga harus sesuai dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50/55 dan kebijakan ini semakin kuat karena adanya keputusan dari MA yang memenangkan BRI ketika ada nasabah yang menuntut masalah rekalkulasi bunga.

Nah, bagi nasabah yang masih bingung dengan perhitungan rekalkulasi bunga BRI pada saat pelunasan kredit yang dipercepat maka bisa simak cara-cara berikut ini.

Cara Menghitung Rekalkulasi Bunga BRI

Cara menghitung rekalkulasi bunga BRI adalah dengan mengkonversikan dari suku bunga flat ke bunga efektif per tahun. Jadi jika ingin menghitung konversi ini bisa menggunakan rumus Exel atau menggunakan website simulasi kredit.
Berikut contoh cara menghitungnya.

Sebagai contoh Doni meminjam uang di BRI sebesar 100 juta dengan bunga flat sebesar 1% per bulan atau 12% per tahun. Jika dikonversikan ke bunga efektif maka akan didapatkan angka sebagai berikut.

  • Perhitungan angsuran dan bunga dengan sistem bunga flat ketika pertama kali meminjam maka akan dijelaskan skema sperti berikut.
    CONTOH: Pinjaman pokok sebesar 100 juta dengan bunga flat 1,0000% selama 24 bulan maka angsuran setiap bulannya adalah sebesar Rp 5.166.666,67.
  • Perhitungan angsuran dan bunga dengan sistem bunga efektif ketika pelunasan menggunakan sistem berikut.
    CONTOH: Pinjaman pokok sebesar 100 juta dengan bunga setara flat 1,00% per bulan maka angsuran per bulannya adalah sebesar Rp 5.166.605,31.

Dari perhitungan rekalkulasi diatas maka bisa diketahui berapa bunga yang harus dibayar nasabah jika ingin melunasi kredit lebih awal atau sebelum waktu yang sudah ditentukan pada perjanjian awal ketika mengajukan pinjaman. Rekalkulasi tersebut juga menghitung selisih antara sistem bunga flat dengan bunga efektif.

Setelah mengetahui cara menghitung rekalkulasi bunga, selanjutnya tinggal menghitung pelunasan kredit yang dipercepat pada Bank BRI. Pada Bank BRI juga memberikan pinjaman dalam bentuk KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan cara untuk menghitungnya adalah sebagai berikut.

Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI 2021Ada rumus yang biasa digunakan untuk melunasi KTA sebelum masa jatuh tempo, yaitu dengan menghitung sisa pokok pinjaman + bunga berjalan + denda percepatan pelunasan (penalti) + denda keterlambatan (jika ada). Untuk lebih jelasnya, simak simulasi pelunasan dengan cara-cara berikut ini.

Sebagai contoh, Doni meminjam KTA di BRI sebesar Rp 100 juta dengan tenor selama 36 bulan dan bunga bunga tetap sebesar 2% per bulan. Nah, setelah mengangsur sampai bulan ke-20 Doni bermaksud untuk mempercepat pelunasan kreditnya, maka dari lembaga penyedia KTA akan meberikan denda/penalti sebesar 5% dan untuk administrasi akan dikenakan biaya sebesar Rp 100 ribu. Berikut rinciannya.

  1. Besaran KTA Doni sebesar Rp 100 juta.
  2. Lama tenor 36 bulan.
  3. Bunga per bulan sebesar 2%.
  4. Penalti dari sisa pokok pinjaman sebesar 5%.
  5. Biaya sebesar Rp 100 ribu untuk biaya administrasi.

Perhitungan jumlah cicilan pokok Doni perbulannya adalah sebagai berikut.

  • Angsuran per bulan adalah Rp 100 juta : 36 = Rp 2.777.777. Jika sudah mengangsur pada bulan ke-19 maka totalnya adalah sebesar Rp 52.777.763.
  • Jumlah bunga per bulan = Rp 100 juta x 2% = Rp 2.000.000. Jika angsuran sudah sampai bulan ke-19 maka total bunganya adalah sebesar Rp 38 juta.
  • Sehingga total cicilan Doni per bulannya adalah sebesar Rp 4.777.777.

Kemudian untuk perhitungan pelunasan yang akan dilakukan pada bulan ke-20 adalah sebagai berikut.

  • Jumlah cicilan Doni hingga bulan ke-19 adalah Rp 4.777.777 x 19 = Rp 90.777.777.
  • Sisa pokok pinjaman Doni = Rp 100 juta – Rp 52.777.763 = Rp 47.222.237.
  • Menghitung bunga berjalan = total bunga – akumulasi bunga hingga bulan ke-19 = (2% x Rp 100 juta x 36) – Rp 38 juta = Rp 34 juta.
  • Penalti yang dikenakan yaitu 5% x Rp 47.222.237 = Rp 2.361.111.

Contoh Lain Menghitung Kredit dipercepat Bank BRI

Itulah cara untuk menghitung pelunasan kredit BRI yang dipercepat dengan menggunakan rumus seperti yang sudah disebutkan diatas. Itu berarti dana yang harus disiapkan oleh Doni adalah Rp 47.222.237 + Rp 34 juta + Rp 2.361.111 + Rp 100 ribu + Rp 0 = Rp 83.583.348. Jadi jika ditotal semua dana untuk mengembalikan pinjaman Doni jika pelunasan dipercepat adalah sebesar Rp 90.777.777 + Rp 83.583.348 = Rp 174.361.125.

Nah jika Doni melunasi sesuai dengan perjanjian awal, maka ciciclan pokok Rp 4.777.777 x 36 bulan = Rp 171.999.972 dengan demikian ada selisih sekitar Rp 2,3 juta lebih banyak jika pelunasan kredit dipercepat sebelum waktu yang sudah ditentukan pada perjanjian awal. Semoga dengan adanya ulasan ini, nasabah bisa mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum mengajukan pelunasan kredit lebih awal.

AHIR KATA

Sebagai catatan kalau mekanisme perhitungan diatas masih bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan Kebijakan Bank BRI. Jadi perhitungan diatas hanya sebagai bahan acuan yang mungkin akan cukup membantu bagi kamu nasabah bank BRI meskipun tidak mengikat.

Semoga dengan adanya Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI diatas bisa membantu kamu memecahkan pertanyaan. Demikian ulasan kali ini, ketahui juga “Cara Cek Tagihan Listrik Bulan Lalu Yang Sudah Dibayar” yang di ulas pada informasi sebelumnya dari cicilan.

Restiana Dewi

Mantan mahasia jurusan Ekonomi Syariah dari salah satu universitas ternama di Indonesia yang sekarang bekerja menjadi penulis di cicilan.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *